Jumat
Pukul : 22:12:27

Ria Anggraini, A.Md

| More

Pensiunan tak Perlu Bolak-balik Lagi, Taspen Andalkan Layanan Klaim Otomatis

PT. TASPEN (Persero) atau Tabungan dan Asuransi Pensiun akan memberlakukan layanan klaim otomatis. Layanan ini akan mempermudah peserta untuk dapat langsung menerima manfaat tanpa harus mengurus atau datang bolak-balik ke kantor Taspen.

Layanan klaim otomatis ini adalah untuk pembayaran manfaat Tabungan Hari Tua (THT) dan pensiun kepada pejabat negara (PNS) yang dilakukan oleh Taspen.

Kepala Cabang PT. Taspen Palembang, Armon Yahya, mengatakan jika sebelum adanya program klaim otomatis, PNS akan mengurus langsung ke Taspen. Tapi setelah adanya program ini melalui BKD dan BKN, berkas akan dikirim ke Taspen sehingga yang bersangkutan tak lagi bolak-balik ke kantor Taspen.

"Calon pegawai pensiun dari Pagaralam dan Lubuklinggau jauh jauh ke Palembang hanya mengantarkan berkas saja. Untuk mengefektifkan hal itu dan memudahkan peserta, berkas tak perlu lagi diantar oleh yang bersangkutan," katanya, Kamis (22/12/2016).

Armon mengatakan, dengan layanan klaim otomatis, maka pensiunan nanti hanya akan mengisi formulir penerimaan pembayaran yang diisi sebelum batas pensiun dan langsung dibayarkan pada saat jatuh tempo.

"Kalau pengajuan klaim secara konvensional, peserta akan datang ke Taspen. Tapi dengan layanan yang baru ini (otomatis), maka Taspen yang aktif. Taspen yang akan datang untuk mengambil semua surat tersebut," katanya.

Tahun 2017 ini Taspen akan membuka cabang di Lubuklinggau meliputi daerah kerja Muaraenim, Lahat, Musi Rawas,Pagaralam, Empat Lawang, Pali, Musi Rawas Utara. "Supaya yang di daerah tak perlu jauh jauh lagi ke Palembang," katanya.

 

(sumber:Sriwijaya Post)

Berita Terkait

Sekilas Info

  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika


  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.


  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.


  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.


  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.


Indeks Berita

Peta Lokasi