Jumat
Pukul : 15:51:57

Sudarman, S.Kom

| More

Fokus Wisata, Kejar Lumbung Pangan 16 Des 2016

SUMSEL - Proyek-proyek strategis tak hanya dibangun di Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten/kota lain di Sumsel juga telah merencanakan pembangunan di 2017 sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW). Mayoritas, maket pembangunan yang ada merujuk pada pembangunan sesuai potensi daerah. 
Pemerintah Kota Prabumulih, misalnya. Berusaha mengubah image kota perlintasan menjadi kota pariwisata. Apalagi selama ini Prabumulih dikenal Kota Nanas. “Kita akan gali empat potensi wisata, yakni Agrowisata Nanas, Hutan Kota Patih Galung, Wisata Lematang Putus, dan Waterpark Lingkar,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Prabumulih, Elman ST, kemarin. 
Hanya saja, untuk pengembangan itu, tak bisa seluruh menggunakan APBD. Butuh bantuan pihak ketiga (swasta) bangun kawasan wisata. “Sudah kami tawarkan, ada beberapa investor tertarik,” ujarnya. Di merinci, kawasan agrowisata dikembangkan di Desa Karya Mulya yang mayoritas masyarakatnya petani nanas dan sayur mayur. 
Lalu taman hutan kota di Kelurahan Patih Galung. “Lahannya sudah ada. Akan menjadi kawasan wisata alam. Nanti ada sejumlah permainan, juga berbagai jenis fauna di sana,” bebernya. Sementara Lematang Putus di Kelurahan Payu Putat ditarget menjadi jujukan tempat wisata baru di pinggiran Sungai Lematang. “Kita juga lagi perbaiki infrastruktur jalan kota, terutama menuju kawasan wisata.”
Pemkot Muara Enim sendiri menyusun skala prioritas dalam maket pembangunan tahun 2017. “Kita percepat pengentasan kemiskinan melalui pengembangan ekonomi lokal. Kita memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada sumber daya daerah yang berkelanjutan,” terang Kepala Bappeda Muara Enim, Abdul Nadjib, kemarin. 
Selain itu, meningkatkan layanan infrastruktur dasar dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Pemkab OKI sendiri menggiatkan dari desa. Bupati OKI, H Iskandar SE menargetkan semua desa di OKI makmur, sejahtera, dan maju. “Kita bangun dari sektor pertaniannya,” ujarnya. 
Petani diarahkan mewujudkan penanaman dua kali setahun sehingga produksi pertanian bisa meningkat dan masyarakat sejahtera. Didukung pula adanya lahan cetak sawah baru. 
“OKI sudah berhasil masuk Sepuluh Besar Lumbung Pangan Nasional. Jadi percontohan cara pengolahan lahan pertanian oleh provinsi lain, seperti lahan pertanian Tanpa Olah Tanah (TOT) di Sungai Menang,” tuturnya. Itu yang terus akan dikembangkan. Konsep Membangun OKI dari Desa, kata dia, juga menyasar pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. “Kita juga tingkatkan pelayanan ke masyarakat desa,” cetusnya. 
Pemkab Muba pun telah mengantongi maket pembangunan 2017. Kepala Bappeda Muba, HM Yusuf Amilin memaparkan jalan rusak banyak dikeluhkan. “Jadi kita akan tuntaskan dan perbaiki jalan itu dulu bertahap,” bebernya. Pihaknya juga berupaya mengadakan plasma sawit dan meningkatkan kualitas karet rakyat sehingga mahal di pasaran. “Jadi daya beli masyarakat bisa naik,” katanya. Pemkab juga komitmen meningkatkan SDM, dengan tetap jalankan program pendidikan dan kesehatan gratis. 
Bagaimana daerah lain? “Maket pembangunan Muratara sampai 2018 sesuai RPJMD,” ujar Kepala Bappeda Muratara Erwin Syarif. Menurut Erwin, pihaknya fokus meningkatkan jalan jembatan di tujuh wilayah kecamatan, yaitu Ulu Rawas, Nibung, Rawas Ulu, Karang Dapo, Rawas Ilir, Karang Jaya, dan Rupit. “Kita juga akan menfungsikan potensi perekonomian perairan di Sungai Rawas dan Sungai Rupit,” bebernya. 
Berikut sektor pendidikan dan kesehatan. “Semua itu untuk menopang perekonomian rakyat. Dengan meningkatnya akses perputaran ekonomi akan meningkatkan SDM,” ujarnya. Baru di 2019, katanya, lanjut pembangunan fisik perkantoran dari gedung bupati sampai SKPD. Sementara Musi Rawas fokus pembangunan di Agropolitan Centre yang direncanakan menjadi pusat bisnis hasil pertanian terbesar di kabupaten ini. 
“Kami juga akan hubungkan akses jalan antarkecamatan untuk menopang laju ekonomi di kawasan Agropolitan Centre,” terangnya. Pertengahan 2017, pusat pemerintahan Kabupaten Mura akan dialihkan dari Lubuklingau ke Kecamatan Muara Beliti. Untuk sektor penghasilan, pihaknya masih andalkan pertanian beras dan ubi kayu, perkebunan karet dan kelapa sawit. 
Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM, mengatakan, arah pembangunan lebih mengarah pada upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Pariwisata dan pertanian menjadi modal utama bagi daerah otonomi baru seperti PALI,” bebernya. 
Tak heran mengingat di sini ada kawasan wisata Candi Bumi Ayu. Pihaknya pun telah buka ribuan hektare lahan tidur yang disulap menjadi lahan persawahan. “Target kita ke depan bisa jadi lumbung beras bagi Sumsel,” bebernya. 
Sementara Pemkot Pagaralam buat kota ini menjadi kota destinasi wisata. Makanya dalam RTRW-nya banyak digalakkan pembenahan infrastruktur wisata bertahap. Wali Kota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati Basjuni, mengatakan, Pagaralam kini sudah masuk dalam 88 tujuan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan dua tujuan wisata di Sumsel bersama Palembang. 
“Makanya kita benahi lagi infrastruktur wisata di Puncak Rimau, Dempo Park, dan objek wisata lainnya,” tambahnya. Pihaknya juga dibantu Dirjen PU Pusat bakal bangun jembatan layang Lematang dan pelebaran ruas jalur liku lematang dan endikat menuju Pagaralam. 
Lalu Bappeda Banyuasin menargetkan percepatan pengembangan infrastruktur strategis, seperti jalan dan peningkatan layanan air bersih. Umar Effendy, Kabid Perencanaan Program dan Pengendalian Bappeda Banyuasin menerangkan itu. “Kita juga tingkatkan produktivitas sektor pertanian andalan daerah,” terangnya. Apalagi hasil produksi padi Banyuasin terbesar dibanding kabupaten/kota di Sumsel mencapai 1,2 juta ton gabah kering giling padi.
Senada Pemkab Lahat yang RTRW-nya memperluas sektor pertanian dan tanam padi. Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai mengatakan, ini untuk kejar peningkatkan produksi padi. “Di 2014, produksi padi kita 4,3 ribu kg per hektare, 2015 mencapai 4,8 ribu kg per hektare, dan 2016 pada musim tanam pertama sudah 5,6 ribu kg per hektare,” jelasnya. Pihaknya juga fokus pengembangan wisata, lantaran Lahat dicatat MURI sebagai daerah yang memiliki megalit terbanyak di Indonesia. Julukan Bumi 1001 Megalit pun disematkan di Kabupaten Lahat. “Kita juga akan gali potensi ini,” katanya. 
Bagaimana dengan Ogan Ilir? Pemkab OI di 2017, fokus garap pembangunan SDM dengan mencetak seribu wirausaha setiap tahun. (Plt) Bupati OI HM Ilyas Panji Alam menerangkan untuk mewujudkan itu, pihaknya akan berikan bantuan modal tanpa bunga. “Kita harap 80 ribu UMKM di OI bisa berkembang sesuai harapan,” bebernya. 
Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis mengatakan, di 2017 pihaknya mengambil skala prioritas pembangunan. “Terutama pelayanan publik. Pembangunan fisik jalan dan jembatan juga dilakukan sesuai RTRW,” bebernya. 
(Plt) Sekda Lubuklinggau, Rahman Sani mengatakan pihaknya fokus 7 pembangunan, yakni pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan rakyat, infrastruktur, lingkungan hidup, dan tata kelola pemerintahan. 
Kepala Bappeda Sumsel, Dr Ekowati Retnoningsih SKM MKes menerangkan, dalam pembangunan daerah semua kepala daerah di Sumsel sudah sepakat melaksanakan Gertak Sejuta Mandiri (Gerakan Terpadu Serentak Semesta Menuju Rumah Tangga Mandiri). “Di program itu, pembangunan meliputi perlindungan sosial, peningkatan pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, dan pembangunan yang inklusif,” pungkasnya. 
Ekonom Sumsel, Sulbahri Madjir menilai arah pembangunan Sumsel ke depan makin positif, seiring gencarnya pembangunan infrastruktur di daerah khususnya penunjang Asian Games 2018. “Untuk meningkatkan perekonomian rakyat, tentu harus dari infrastruktur dulu supaya akses lancar,” katanya. Seperti jalan, akan memudahkan sektor lain seperti pertanian, perkebunan, tambang batu bara cepat berkembang. Tapi untuk menunjang sektor itu, juga perlu digarap pembangunan SDM dengan meningkatkan pelaku UMKM. “Mereka bisa buat kerajinan tangan, suvenir, home industry dan sejenisnya. Ini bisa jadi andalan untuk dongkrak pembangunan Sumsel,” imbuhnya. (tim) - See more at: http://www.sumeks.co.id/index.php/sumeks/25585-fokus-wisata-kejar-lumbung-pangan#sthash.95mRksAS.dpuf

 

(sumber : sumatera ekspres)

Berita Terkait

Sekilas Info

  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika


  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.


  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.


  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.


  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.


Indeks Berita

Peta Lokasi