Rabu
Pukul : 20:05:00

Dedi Aprizal, SH

| More

UJI KOMPETENSI NASIONAL DALAM RANGKA PENYESUAIAN/INPASSING JABATAN FUNGSIONAL POLISI PAMONG PRAJA

UJI KOMPETENSI NASIONAL DALAM RANGKA PENYESUAIAN/INPASSING JABATAN FUNGSIONAL

POLISI PAMONG PRAJA

 

               Pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional dalam rangka Penyesuaian/Inpassing Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja yang dilaksanakan di Hotel The Acacia di Jalan Kramat Raya No. 81 Jakarta Pusat. Uji Kompetensi Nasional dalam rangka Penyesuaian/Inpassing Jabatan Fungsional Polisi Pamong Prajadilaksanakan  selama 4 hari dari tanggal 11 s/d 14 Oktober 2016 yang diikuti oleh 264 Peserta Provinsi/Kabupaten/Kota  Se- Indonesia yang terdiri 130 orang tingkat Ahli dan 134 orang tingkat Terampil, keseluruhan peserta tersebut mengikuti rangkaian kegiatan sampai selesai. Kegiatan hari ke 1 tanggal 11 Oktober 2016.Check in dan registrasi peserta dan pengumpulan Dokumen Portofolio Peserta Uji Kompetensi Pol PP.  Hari ke 2 tanggal 12 Oktober 2016. Pembukaan Uji Kompetensi yang dibuka oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementrian Dalam Negeri  Bapak Yuswandi A.Temenggung yang juga dihadiri oleh Plt. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Bapak Eko Subowo dan Direktur Pol PP dan Linmas Bapak Asadullah.

Dalam arahannya Mendagri yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemendagrimengatakan bahwa“ Wajib bagi setiap anggota Polisi Pamong Praja untuk memiliki kompetensi yang tinggi, di antaranya memiliki potensi intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional, Hal ini menjadi penting dikarenakan, dewasa ini masyarakat menjadi semakin sadar akan haknya untuk memperoleh jaminan ketertiban dan ketentraman.“Padagilirannya birokrasipemerintah, termasuk Satpol PP harus bersikap responsif , profesional, namun juga konsisten, adil, dan humanis,”  setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan Pembekalan bagi peserta Uji Kompetensi dengan Narasumber  Plt. Direktur Jenderal BAK, Kepala BPSDM Kemendagri dan Karo Kepegawaian kemudian dilakukan penjelasan Umum dan Teknis dijelaskan oleh Kepala Pusat Standarisasi dan Sertifikasi Bapak Didin Wahidin dan Kepala LSP-PDN Bapak Urkanus Sihombing. Setelah dilakukan Penjelasan Umum dan Teknis dilaksanakan Ujian tertulis bagi peserta Uji Kompetensi Nasional.Pelaksanaan Ujian Kompetensi  tertulis  dengan jumlah soal sebanyak 60 dengan waktu pengerjaan selama 90 menit dipandu dan diawasi oleh panitia, Asesor dan Praktisi Penguji. Hari ke 3tanggal 13 Oktober 2016. Dilaksanakan Verifikasi dokumen Portofolio peserta uji kompetensi dan sesi wawancara yang dilakukan oleh Asesor, Praktisi Penguji ( Kasat Pol.PP/ Sekretaris Pol. PP) dan panitia pendamping. Peserta dibagi menjadi 22 Kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 10-18 orang peserta, yang masing-masing peserta diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan asesor selama 20 menit. Hal-hal yang ditanyakan oleh penguji seputar dokumen portofolio dan tugas yang sudah/pernah dilakukan oleh peserta uji kompetensi. Setelah semua peserta selesai diverifikasi dokumen portofolio dan wawancara tim penguji Isoma, setelah Isoma dilakukan sidang Hasil Uji Kompetensi.Dari jumlah peserta Uji Kompetensi sebanyak 9  peserta dinyatakan belum Kompeten dikarenakan 1 orang ketahuan memfoto soal ujian tertulis dan disebarkan ke facebook, padahal sudah dilarang panitia dan dijelaskan sebelum ujian dimulai dan 8 orang dokumen portofolio tidak lengkap.Hari ke 4  tanggal 14 Oktober 2016. Penutupan Uji Kompetensi yang dilakukan oleh Direktur Polisi Pamong Praja dan Linmas Bapak Asadullah. Untuk Pengumuman resmi hasil ujian tersebut dapat diketahui selama satu minggu setelah ujian dilaksanakan melalui surat yang dikeluarkan oleh Pusat Standarisasi dan Sertifikasi BPSDM Kemendagri dan akan disampaikan kepada masing-masing Provinsi peserta Uji Kompetensi untuk Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja.

 

 

Berita Terkait

Sekilas Info

  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika


  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.


  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.


  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.


  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.


Indeks Berita

Peta Lokasi