Jumat
Pukul : 22:18:51

Administrator

| More

Delapan Tersangka Dapat Pesanan Uang Palsu untuk Dibagikan Saat Pilkada di Kalimantan

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri berhasil menangkap dan menahan delapan tersangka kasus pemalsuan uang di beberapa lokasi terpisah. Kedelapan orang ini ditangkap sepanjang November 2015, yakni di Ciputat, Bogor Timur, Garut, Karawang, Cikampek dan Bekasi. Komplotan ini ternyata bekerja karena adanya pesanan dari seseorang untuk Pilkada di wilayah Kalimantan.

Beruntung beberapa hari sebelum pelaksanaan Pilkada serentak uang palsu pecahan Rp 100 dan Rp 50 ribu itu belum sempat dikirim ke Kalimantan dan delapan tersangka bisa langsung diamankan. Kami berhasil ungkap kasus upal rupiah serta dolar, ini hasil lidiknya cukup panjang. Jelang Pilkada dengan pengungkapan ini ada relefansinya. Mereka dapat permintaan dari wilayah Kalimantan, ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Bareskrim Polri, Brigjen Bambang Waskito, Senin (7/12/2015) di Mabes Polri.

Sayangnya Bambang enggan membeberkan siapa pemesan itu, dia hanya mengungkap pemesan datang dari wilayah Kalimantan dan Indonesia bagian Timur. Jumlah uang palsu yang dipesan pun nilainya fantastis. Masyarakat saya imbau, jangan percaya lagi iming-iming uang karena buktinya ini (uang palsu) yang disiapkan. Silahkan pilih sesuai hat‎i nurasi jangan terpengaruh uang," tutur jenderal bintang satu tersebut. Lebih lanjut, Kepala Divisi Pengelolaan Data dan Penanggulangan Pemalsuan Uang Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Hasiholan Siahaan mengapresiasi pengungkapan Polri.

Kami apresiasi pengungkapan yang dilakukan oleh Polri, baik Bareskrim dan Jajarannya di daerah. Kami akan kerjasama terus dengan para penegak hukum agar masyarakat jangan lagi membuat uang palsu karena ancaman hukumannya tinggi, kata Hasiholan. Hasioholan menambahkan ancaman hukuman bagi para tersangka pembuat dan pengedar uang palsu yakni dikenakan Pasal 244 KUHP dan Pasal 36 ayat 1 UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang, ancaman diatas lima tahun penjara.

Berita Terkait

Sekilas Info

  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika


  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.


  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.


  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.


  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.


Indeks Berita

Peta Lokasi